Logam Berat dan Radioaktivitas dalam Pupuk Fosfat : Efek Merugikan Jangka Pendek

Logam berat didefinisikan sebagai kelompok unsur kimia yang kerapatannya lebih dari 5 gram/cm3. Namun, definisi seperti itu diambil dari literatur teknis. Untuk klasifikasi biologis, lebih tepat untuk mendefiniskan unsur-unsur tersebut bukan berdasarkan kerapatannya, tapi berdasarkan massa atomnya, artinya bahwa logam berat adalah semua logam dengan massa relatif lebih dari 40.

Ilustrasi : Penambangan Batuan Fosfat di Maroko

Logam berat pada umumnya dianggap selalu beracun. Padahal konsep tersebut tidaklah benar, karena dalam kelompok logam tersebut: tembaga, seng, molibdenum, kobalt, mangan, besi, terbukti sudah lama, semua menunjukkan aktivitas biologis positif. Beberapa dari logam tersebut disebut sebagai “hara mikro” karena dalam konsentrasi rendah, logam-logam tersebut berguna dan diperlukan oleh makhluk hidup. Jadi, hara mikro dan logam berat memiliki kesamaan, tetapi menjadi berbeda yang mana tergantung pada konsentrasinya di dalam tanah, pupuk dan hasil pertanian. Akan lebih tepat untuk menggunakan istilah “logam berat” jika mengacu pada konsentrasi unsur berbahaya bagi organisme hewan dengan massa atom relatif lebih dari 40, dan istilah “hara mikro” dalam tanah, tanaman, hewan dan manusia pada konsentrasi tak beracun atau bila digunakan dalam jumlah kecil sebagai pupuk atau aditif makanan mineral untuk perbaikan kondisi pertumbuhan, perkembangan tanaman dan hewan[1].
Continue reading “Logam Berat dan Radioaktivitas dalam Pupuk Fosfat : Efek Merugikan Jangka Pendek”

Jagung Hibrida Modern Lebih Tahan terhadap Stres Nitrogen dan Kondisi Tanam yang Rapat

Tony Vyn. Kredit: Purdue Agricultural Communication/Tom Campbell

Jagung hibrida modern menghasilkan materi tanaman yang lebih banyak dan mengambil jumlah nitrogen rata-rata yang sama dengan varietas sebelumnya, meskipun menjadi dalam kondisi penanaman yang lebih rapat dan ketersediaan nitrogen yang kurang per tanaman, demikian temuan purdue university. Continue reading “Jagung Hibrida Modern Lebih Tahan terhadap Stres Nitrogen dan Kondisi Tanam yang Rapat”

Memerangi Penyakit Hawar

Kultivar-kultivar kacang yang rentan hawar umum (depan) dan yang tahan (belakang) di ladang petani. Kredit foto R. Duncan

Pilihan SMART bagi Petani Padi Di Lembah Pedalaman Afrika

SMART valley_RRaman_africarice1

“Potensinya ada, tetapi Anda tidak bisa memanfaatkan potensi itu.” Inilah salah satu pernyataan yang paling mengesankan dari Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Norman Borlaug.  Sambutannya mungkin sangat cocok dengan kasus dataran rendah lembah pedalaman di Afrika, yang dikenal memiliki potensi produksi pertanian yang tinggi, Continue reading “Pilihan SMART bagi Petani Padi Di Lembah Pedalaman Afrika”

Kacang Mesoamerika Berhasil Di-dekodekan

Pengurutan genom kacang  tidak hanya akan menjadi kunci untuk peningkatan produksi kacang tetapi juga untuk konservasi varietas genetik Ibero-Amerika yang lebih baik.

  • Sebuah tim  ilmuwan  Ibero-Amerika mendekodekan berbagai genom kacang  Mesoamerika bertepatan dengan perayaan Tahun Internasional Pulsa, yang ditetapkan oleh PBB.
  • Mengurutkan sumber umum dari protein nabati bagi orang-orang di seluruh dunia akan menjadi kunci tidak hanya untuk meningkatkan produksi kacang tetapi juga untuk konservasivarietas genetik Ibero-Amerika yang lebih baik.
  • Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Genome Biology.

Continue reading “Kacang Mesoamerika Berhasil Di-dekodekan”