Aplikasi Pupuk Kandang Meningkatkan Penumpukan dan Kehilangan Nitrogen

Para peneliti di Cina mempelajari aplikasi bersama pupuk kandang dan pupuk nitrogen kimia di rumah kaca dengan takaran tinggi. Mereka mengatakan bahwa risiko lingkungan mungkin lebih besar daripada manfaatnya. Kredit: Foto milik Zhi Quan.

Nitrogen (N) merupakan unsur hara penting untuk pertumbuhan tanaman, dan pemupukan nitrogen – termasuk aplikasi pupuk kandang – merupakan strategi manajemen utama di bidang pertanian di seluruh dunia. Namun, pemakaian pupuk kandang secara berlebihan dan penyalahgunaan pupuk itu telah mengakibatkan penumpukan N yang berlebihan dalam tanah serta migrasi akhirnya ke dalam lapisan tanah dan air tanah. Para penulis suatu studi baru menemukan bahwa aplikasi pupuk kandang dengan takaran tinggi dalam lingkungan rumah kaca mungkin memiliki risiko lingkungan yang lebih besar dibanding manfaatnya, dan merekomendasikan untuk dilakukannya pengkajian ulang atas peran pupuk tersebut.

Penelitian, yang diterbitkan di HortScience edisi November 2015 itu, melaporkan mengenai percobaan 3 tahun yang dilakukan di tanah rumah kaca yang ditanami mentimun atau tomat dan selada secara bergantian dengan dan tanpa pupuk kandang. Para ilmuwan menyelidiki dinamika tata ruang (vertikal) dan temporal nitrat, organik nitrogen yang dapat terekstraksi (EON), dan nitrogen total dalam tanah, dan memperkirakan kehilangan N yang terutama akibat pencucian berdasarkan keseimbangan N dalam tanah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang memperlambat pengasaman namun mempercepat salinisasi tanah rumah kaca yang subur, dan tidak secara signifikan meningkatkan biomassa di atas tanah segar dan biomassa N di sebagian besar musim sayuran selama percobaan 3 tahun. Percobaan juga menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang yang tinggi mengakibatkan penumpukan yang tinggi, tidak hanya N yang tak-terekstraksi namun juga N yang dapat tercuci (termasuk nitrat dan EON). Konsekuensinya hal ini menaikkan kehilangan N yang akibat dari pencucian. “Studi kami menunjukkan bahwa peningkatan penumpukan N yang mobil, yang disebabkan oleh takaran pupuk kandang yang berlebihan, bisa melebihi kebutuhan serapan tanaman, serta menyebabkan migrasi ke bawah dan kehilangan N akibat pencucian,” tulis para penulis.
Para peneliti menyarankan bahwa peran pupuk kandang dengan takaran tinggi dalam ekosistem pertanian agar dikaji ulang untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi dan risiko lingkungan akibat semakin besarnya kehilangan nitrogen.

Sumber:
Manure applications elevate nitrogen accumulation and loss

Tulisan ini dipublikasikan di Berita Pertanian dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *