Pemicu Ditemukan Untuk Pertahanan Penyakit Padi

gb1rezisePara ahli biologi telah menemukan bagaimana sistem kekebalan tanaman padi dipicu oleh penyakit, dalam suatu penemuan yang dapat memacu hasil tanaman dan membawa lebih banyak jenis-jenis padi yang tahan penyakit.

Padi adalah pusat keamanan pangan lebih dari setengah penduduk dunia di banyak negara paling miskin. Namun penyakit daun karena bakteri dapat menghancurkan lebih dari 80% tanaman di beberapa negara jika penyakit tersebut timbul sejak awal.

Para peneliti yang mempelajari penyakit daun karena bakteri telah menemukan bahwa padi mendeteksi suatu molekul yang disebut RaxX yang diekskresikan oleh bakteri.

“Kami telah menemukan suatu molekul baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya,” kata Dr Benjamin Schwessinger, dari The Australian National University (ANU).

“Kami telah menyadari bahwa jenis molekul Ini memainkan peran penting dalam tanggap kekebalan tanaman padi.

“Sekarang akan jauh lebih mudah untuk mengembangkan strategi containment melawan penyakit tertentu dan memungkinkan lebih banyak tanaman padi yang tahan penyakit.

Pemahaman ini dapat membantu perlawanan terhadap penyakit-penyakit sejenis pada tanaman lain dan mungkin akan memberikan gambaran ke dalam kesehatan manusia sebagaimana kimia yang serupa dengan kimia HIV memasuki sel-sel manusia.

Beberapa jenis padi memang secara alamiah tahan terhadap penyakit tersebut, yang mana telah memberikan suatu petunjuk kepada tim internasional mengenai apa yang sedang terjadi.

Team itu menemukan bahwa sistem kekebalan XA21 tanaman padi dipicu jika molekul RaxX diekskresikan oleh bakteri penyakit daun Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo).

Team itu membangkitkan mutan-mutan Xoo yang tidak menghasilkan RaxX dan menguji apakah mutan-mutan tersebut memicu tingkat kekebalan padi yang mana memungkinkannya mengisolasi gen Xoo yang sedang menciptakan molekul RaxX.

Dr Schwessinger mengatakan bahwa sifat-sifat kimia RaxX, suatu protein yang mengandung tirosin sulfat, mempunyai arti penting yang lebih luas daripada hanya sekedar penyaki-penyakit padi.

“Banyak penyakit-penyakit utama manusia, sebagai contoh HIV, melibatkan protein-protein yang mengandung tirosin sulfat. Sulfatasi ini menstabilkan molekul-molekul itu namun perannya dalam pengikatan dan entry sel belumlah diketahui dengan tepat,” katanya.

Pemahaman baru itu mungkin dapat membawa pengembangan pada metode-metode yang benar-benar baru untuk memblokir penyakit-penyakit demikian.

Reset itu dipublikasikan di Science Advance.

Publikasi itu menandai suatu babakan baru bagi Dr Schwessinger, yang merupakan bagian dari team tersebut, yang menarik makalah tahun 2009 tentang topik tersebut, setelah mereka menemukan masalah dengan hasil-hasilnya.

Merupakan hal yang besar kami sudah dapat mengoreksi kesalahan-kesalahan itu kata Dr Schwessinger.

Kami tidak lari dari masalah itu, kami tetap berada di situ dan bekerja sama sebagai team.

Sumber :
Trigger found for defence to rice crop disease

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan ini dipublikasikan di Berita Pertanian dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *