Pupuk Semprot KCC & Potensi Pemupukan Melalui Daun

Pupuk Semprot KCC (Kalium Cupri & Cupro)
adalah pupuk yang diaplikasikan melalui daun dengan jalan penyemprotan.

WUJUD FISIK DAN SIFAT-SIFATNYA:
Pupuk Semprot KCC hadir dalam 2 macam kemasan botol berukuran 500 ml, dan 1.000 ml berwujud cair agak kental dengan warna biru kehijauan. Pupuk ini merupakan pupuk majemuk dan bersifat anorganik (non-organik) yang mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.berwarna biru tua, ber-pH di bawah netral, mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh semua tanaman, dengan komposisi dan karakteristik lain sebagaimana ditunjukkan oleh Tabel 1:

Tabel 1
Unsur Kadar Unsur Kadar Unsur Kadar
N 10,11 % Mg 0, 30 % Zn 170, 340 ppm
P2O5 1,57 % S 0, 05 % Fe 550, 270 ppm
K2O 15,87 % Cu 0,55 % Aditif Lain  
Berat Jenis 1,3 gram/mL

FUNGSI DAN MANFAAT PUPUK SEMPROT KCC
Fungsi dan manfaat Pupuk Semprot KCC bagi tanaman sebagian bersifat umum, dan sebagian bersifat khas tergantung jenis tanamannya.

A. Tanaman Padi
Untuk memahami fungsi dan manfaat Pupuk Semprot KCC pada tanaman padi, berikut ini disampaikan beberapa masalah terkait tanaman tersebut:

1. Masalah ketahanan terhadap kerebahan dan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit

Tanaman padi adalah tanaman yang seringkali mengalami penurunan hasil panen karena ambruknya tanaman tersebut. Ambruknya tanaman tersebut bisa disebabkan oleh faktor luar seperti angin, hujan dan sebagainya. Bisa juga disebabkan oleh pemupukan nitrogen (urea/ZA) yang dilakukan secara berlebihan, sehingga menurunkan kekuatan jaringan tanaman tersebut.

Lebih jauh, tanaman padi juga termasuk tanaman yang sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Kerentanan ini semakin tinggi jika pengelolaannya buruk. Pemupukan nitrogen yang berlebihan, tanpa mengindahkan prinsip pemupukan berimbang juga punya andil yang besar dalam meningkatkan kerentanan ini.

Pupuk Semprot KCC, yang komposisinya dirancang seimbang dan diperkaya dengan zat aditif, serta semua komponen di dalamnya bekerjasama secara sinergis, meningkatkan pembentukan komponen-komponen tanaman yang bertanggungjawab atas nilai kekuatan tanaman.

Pupuk Semprot KCC yang diaplikasikan pada tanaman padi, dapat meningkatkan pembentukan fitolit, yaitu komponen paling penting yang menentukan kekuatan, kekakuan, kekerasan serta kepadatan tanaman.

Dengan semakin banyaknya fitolit yang terbentuk, ketahanan terhadap kerebahan dan terhadap serangan hama dan penyakit dapat ditingkatkan semaksimal mungkin.

2. Masalah peningkatan hasil produksi

Tanaman padi untuk bisa memberikan produksi yang tinggi, salah satu syaratnya adalah mendapatkan pasokan unsur hara baik makro maupun mikro dalam jumlah yang cukup dan seimbang, serta terutama juga mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Pupuk Semprot KCC dapat meningkatkan produksi tanaman padi karena mampu memasok kebutuhan unsur hara makro dan mikro dengan komposisi yang lengkap dan seimbang, bentuk kimia yang mudah diserap tanaman, serta konsentrasi yang cukup tinggi, sesuai dengan kedudukannya sebagai pupuk yang diaplikasikan melalui daun.

Aplikasi Pupuk Semprot KCC juga dapat meningkatkan produksi tanaman padi, tidak sekedar karena pasokan unsur-unsur hara yang cukup, seimbang dan mudah diserap. Tetapi juga karena pembentukan fitolit yang membuat tanaman padi batang dan daunnya menjadi tegak dan cenderung berdiri, sehingga lebih berkesempatan menerima penyinaran matahari, yang artinya proses fotosintesis berjalan lebih intensif.

3. Masalah Kualitas Gabah

Gabah sebagai produk utama budidaya tanaman padi merupakan bagian dari tanaman tersebut yang memiliki kandungan fitolit dibanding bagian-bagian lainnya. Dengan aplikasi KCC pada tanaman padi, kandungan fitolit pada gabah akan meningkat, dan ini berhubungan erat dengan mutu gabah yang tinggi yang ditunjukkan dengan hasil gabah yang lebih cerah dan bernas/mentes.

B. Tanaman Lain

Pupuk semprot KCC juga memiliki fungsi dan manfaat yang besar bagi tanaman lainnya seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, bawang merah, bawang putih, sayur-sayuran, dilem/nilam, tembakau, tanaman hias (misalnya aglonema, shensivera, adenium, dsb) tanaman keras: mangga, jeruk, cengkeh, kopi, dsb. Informasi mengenai aplikasi untuk tanaman-tanaman ini ada di brosur lainnya.

ATURAN PAKAI PUPUK SEMPROT KCC
Guna mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya, aturan pakai berikut harus benar-benar ditaati.

1. Penyiapan Penyemprotan

  1. Kocok dahulu botol pupuk KCC
  2. Perhatikan Tabel 2 di bawah dan pakailah tutup dari botol sebagai alat penakar (1 tutup = 10 mL)
  3. Tuangkan beberapa tutup pupuk KCC ke dalam air yang telah disediakan, sesuai konsentrasi pada Tabel 2.
  4. Aduk hingga merata, lalu masukkan ke dalam tangki penyemprot.
  5. Lakukan penyemprotan pada tanaman sesuai frekuensi pada Tabel 2.

Khusus untuk padi, konsentrasi KCC kira-kira setara dengan 6-8 tutup per tangki ukuran 15 literan

2. Dosis, Konsentrasi & Frekuensi Penyemprotan

Besarnya dosis, konsentrasi & frekuensi penyemprotan pupuk KCC mengikuti Tabel 2 berikut:

Tabel 2

No Jenis Tanaman Dosis

Lt/ha

Konsentrasi

mL KCC/liter air

Frekuensi

Penyemprotan

1 Padi, Jagung 10 4-10 1x
2 Kedele, Kacang Tanah/Ijo 12 4-8 1x
3 Bawang Merah/Putih 20 4-8 2x
4 Lombok & Sayur2an 10 4-8 1x
5 Dilem/Nilam 10 4-8 1x
6 Tanaman Hias 10 4-8 1x
7 Tanaman Keras (Pohon)

Cengkeh, Kopi, Coklat, Mangga, Jeruk dll

Sesuai Kebutuhan

Mengenai frekuensi penyemprotannya, pada prinsipnya semakin sering disemprot semakin bagus hasilnya. Namun demikian, demi efisiensi biaya, waktu dan tenaga, maka frekuensi penyemprotannya cukup sekitar 1 kali seminggu.

3. Waktu Penyemprotan
Penyemprotan Pupuk Semprot KCC idealnya dilakukan pada pagi hari hingga pukul 10:00 wib selesai, atau pada sore hari mulai pukul 15:00 wib hingga selesai.

Dalam suasana mendung/berawan, penyemprotan boleh dilakukan sewaktu-waktu sesuai situasi & kondisinya.

Di musim penghujan sebaiknya penyemprotan dilakukan pada pagi hari, sehingga seandainya sore hari turun hujan, Pupuk Semprot KCC sudah diserap tanaman.

4. Bagian yang Disemprot

Semprotkan pada seluruh permukaan daun hingga benar-benar rata.

B. Tanaman Lain

Aturan pakai Pupuk Semprot KCC pada dasarnya sama, yang membedakan hanyalah konsentrasi, dosis dan frekuensi penyemprotannya. Pada Tabel 2, ditunjukkan mengenai aturan pakai penyemprotan KCC untuk berbagai tanaman.

INFORMASI TAMBAHAN

PENGERTIAN PUPUK

Pupuk adalah semua jenis bahan baik alami maupun buatan yang diberikan ke tanah atau langsung kepada tanaman (batang, daun) yang mengandung satu atau beberapa komponen zat (unsur hara) yang sangat diperlukan untuk tumbuh suburnya tanaman tersebut.

PUPUK DAUN/SEMPROT

Unsur hara bisa diserap oleh tanaman melalui daun dan bahkan penyerapan unsur hara oleh pupuk yang diaplikasikan melalui daun jauh lebih efektif dibanding dengan pupuk yang diaplikasikan melalui tanah.

Pada pemupukan melalui daun, unsur hara langsung menuju ke sasarannya. Sedangkan pada pemupukan melalui tanah, pupuk tidak bisa langsung terserap karena tidak langsung menuju ke sasaran (yaitu daun, tempat berlangsungnya fotosintesis) dan selama berada di tanah ini, pupuk juga dapat mengalami proses-proses fisika, kimia dan biologis yang menyebabkan unsur hara tidak tersedia lagi atau berubah ke bentuk yang tak bisa diserap oleh tanaman.

Pupuk yang diaplikasikan melalui daun ini lazim disebut sebagai pupuk daun atau pupuk semprot.

Potensi Pupuk Daun/Semprot

Apakah pupuk daun berpotensi menggantikan pupuk tanah? Jawabannya bisa ya bisa tidak.

Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman pada dasarnya digolongkan berdasarkan jumlah kebutuhannya menjadi unsur hara makro (jumlah yang dibutuhkan besar) dan unsur hara mikro (jumlah yang dibutuhkan kecil). Unsur-unsur hara makro terutama N, P dan K tidak mungkin ketersediaannya digantikan dengan aplikasi pupuk daun, mengingat kebutuhannya yang sangat besar. Sedangkan aplikasi melalui daun dalam dosis besar dapat menyebabkan kebakaran daun yang parah. Namun demikian, pemberian pupuk daun bisa sangat membantu manakala terjadi kekurangan unsur N, P atau K pada tanaman yang hampir mengancam keselamatannya sehingga dibutuhkan pasokan yang cepat bisa terserap.

Unsur hara mikro, yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, memiliki kisaran dosis yang tipis (artinya ada batas tipis antara peran menyuburkan dengan peran meracuni tanaman). Kisaran yang tipis ini sangat membahayakan jika diaplikasikan melalui tanah karena sulitnya mencapai homogenitas pupuk tanah. Hal ini hanya bisa diatasi dengan aplikasi melalui daun, karena dalam pupuk daun, homogenitasnya mudah dicapai.

Selain lebih efektif dan lebih cepat memasok unsur hara serta bisa menangani masalah yang timbul berkenaan dengan unsur hara mikro, pupuk daun juga dapat menjadi solusi yang sangat baik dalam beberapa kasus berikut:

  • Pada tanah-tanah tertentu, yaitu tanah-tanah yang menyebabkan unsur hara yang diberikan ke dalamnya mengalami imobilisasi, pencucian atau perubahan kimia ke bentuk yang tidak mungkin terserap tanaman
  • Pada tanah yang terus menerus tergenang sehingga tidak memungkinkan dilakukannya pemupukan tanah
  • Pada daerah-daerah beriklim dingin, yang seringkali membatasi aktivitas-aktivitas penyerapan unsur hara oleh sistem perakaran
  • Pada tanaman biji-bijian, selama masa pengisian biji, terjadi perpindahan unsur-unsur hara dari daun (dan bagian tubuh tanaman lainnya) menuju ke biji. Hal ini mengakibatkan pengurasan besar-besaran unsur-unsur tersebut dari daun. Hasil biji yang banyak dan berkualitas dapat dicapai jika daun-daun tersebut segera dipasok dengan unsur-unsur hara lagi. Namun sayangnya, kecepatan pasokan dari tanah tidak mampu mengimbangi kecepatan pengurasan unsur hara pada daun-daun tersebut. Sebaliknya, aplikasi daun mampu memberikan kecepatan pasokan unsur hara yang lebih tinggi dibanding aplikasi tanah.

 

 

 

 

This entry was posted in Produk Utama and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *