Satu Tanaman, Dua Cara, Keuntungan Ganda: Tanaman Pulse Menambah Nitrogen Jangka Panjang dan Karbon ke Tanah

Kanan, kacang faba dipotong untuk “pupuk hijau” hanya setelah tahap berbunga. Tanaman yang tersisa menutupi tanah, menambah nitrogen dan nutrisi lainnya, dan memperbaiki kondisi tanah. Tanaman di sebelah kiri dibiarkan tumbuh hingga ke tahap kacang kering, kemudian dipanen. Photo credit: N. Lupwayi.

Pengikatan (fiksasi) nitrogen adalah salah satu contoh terbaik dari kerjasama di alam. Mikroba tanah – bakteri alami di dalam tanah – bekerjasama dengan tanaman untuk mengikat nitrogen dari udara. Mikroba-mikroba itu mengubah nitrogen menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman. Sebagai gantinya, tanaman memungkinkan mikroba untuk memakan beberapa gula yang dihasilkannya.

Kacang faba (juga disebut kacang fava) adalah salah satu contoh tanaman yang bekerjasama dengan mikroba tanah dengan cara seperti ini. Kacang kering ini merupakan bagian dari kelompok bahan pangan yang dikenal sebagai pulsa. Kemampuannya untuk bekerjasama dengan mikroba dalam mengikat nitrogen adalah sifat yang sangat diinginkan. Ini berarti petani dapat mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.

Newton Lupwayi dan tim risetnya mengadakan penelitian pada tanaman kacang-kacangan dan pulsa di Alberta, Kanada. Alberta memiliki kondisi yang sangat baik untuk tanaman pulsa: tanahnya baik (dan mikrobanya), suhu rata-ratanya baik, dan curah hujan rata-ratanya juga baika. Tim itu baru-baru ini menerbitkan penelitian tentang efek dari penggunaan kacang faba dalam dua cara yang berbeda untuk meningkatkan kesehatan tanah di tanah-tanah Kanada.

Dikatakan Lupwayi, “tanaman-tanaman pulse ditanam di padang rumput Kanada karena manfaat agronomis, ekonomis dan ekologisnya. Tanaman itu dianjurkan untuk ditanam setiap empat tahun sekali.”

Biasanya, petani organik menanam tanaman pulsa semata-mata karena kemampuannya mengikat nitrogen dan menggunakannya sebagai pupuk hijau. Dalam proses ini, tanaman pulsa ini tidak dijual. Tanaman ini disemaikan seperti biasa, namun ditebang setelah bunga mekar dan sebelum pertumbuhan benih dimulai. Bagian berdaun hijau dari tanaman tetap di atas tanah sebagai penutup atau sedikit miring di dalam tanah. Tahun berikutnya, petani menanam tanaman non-legum, seperti gandum. Tanaman kedua ini mendapatkan manfaat dari peningkatan nitrogen di dalam tanah.

Penelitian ini membandingkan teknik pupuk hijau ini untuk program tradisional menumbuhkan kacang hingga waktunya untuk panen dan dijual. Tanaman pulsa yang ditanam sampai ke tahap panen benih, menciptakan lebih banyak nitrogen di dalam tanah. Hal ini karena akar-akar tanaman tersebut bekerja di tanah lebih lama dan memiliki lebih banyak waktu untuk mengikat nitrogen.

Temuan ini menunjukkan petani harus menyesuaikan penggunaan nitrogen pada tahun-tahun setelah tanaman pulsa. “Residu tanaman pulsa yang ditanam sampai ke tahap panen benih mungkin tidak banyak melepaskan nitrogen pada tahun pertama setelah panen, namun residu tersebut benar-benar melepaskan nitrogen selama beberapa tahun kemudian,” kata Lupwayi. “Saat ini, sebagian besar petani tidak memperhitungkan pelepasan nitrogen ekstra tersebut. Rekomendasi pupuk seharusnya memperhitungkan slow release nitrogen (nitrogen yang dilepas secara perlahan) untuk menghindari pemupukan nitrogen yang berlebihan.”

Para ilmuwan yang bekerja di lahan kacang faba di bekas University of Alberta Ellerslie Farm, dekat Edmonton, Alberta, 2004. Kacang faba bisa tumbuh hingga ketinggian 3 kaki jika kondisinya baik. Photo credit: N. Lupwayi

Penelitian ini memiliki beberapa keuntungan: menghemat biaya pupuk, dan mengurangi kemungkinan bahwa pupuk nitrogen berlebih akan memasuki badan-badan air di sekitarnya. Masuknya nitrogen berlebih ini dapat menyebabkan permasalahan lingkungan yaitu polusi air.

Selain itu, kata Lapwayi, “Menanam tanaman yang berbeda-beda dari tahun ke tahun dapat memutus daur patogen. Hal ini akan mengurangi biaya bahan kimia untuk pengendalian penyakit, dan sangat penting bagi petani organik.”

Studi ini juga menemukan tanaman pulsa meningkatkan jumlah karbon di dalam tanah.

“Karbon organik tanah sangat penting untuk kesehatan dan kualitas tanah,” kata Lupawayi. “Ini mempengaruhi sifat-sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Ini meningkatkan kualitas tanah.”

Sumber:
One crop, two ways, multiple benefits

This entry was posted in Berita Pertanian and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *