Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub1 Cocok untuk Minapadi

Minapadi merupakan salah satu subsistem usahatani padi dan ikan di lahan sawah irigasi, bervariasi dari satu daerah ke daerah lain bergantung pada ketersediaan air, curah hujan, bibit ikan, dan pasar. Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh: (a) dua jenis pangan pokok yaitu beras sebagai sumber karbohidrat dan ikan sebagai sumber protein, (b) peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan, (c) pemanfaatan lahan dan air secara optimal, (d) peningkatan kesuburan tanah, (e) pemutusan siklus biologis hama karena ikan, dan (f) penurunan intensitas gulma sawah. Selain itu penanaman ikan di lahan sawah dapat memberi: (a) kesempatan kerja kepada anggota keluarga, (b) penyediaan protein hewani, dan (c) keseimbangan peranan pria dan wanita sepanjang tahun.

Minapadi sudah sejak lama dikenal dan diterapkan petani di beberapa sentra produksi padi, terutama di Jawa, tetapi beberapa komponen teknik budidayanya masih konvensional sehingga produksinya masih dapat ditingkatkan. Ternyata dengan teknologi yang tepat, minapadi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Produksi minapadi yang tinggi dapat diperoleh dengan tatakelola bertanam padi dan pemeliharaan ikan sesuai anjuran. Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan budidaya minapadi antara lain: (a) sistem pengairan (b) varietas padi, (c) sistem budidaya padi, (d) jenis ikan, dan (e) cara pengelolaan ikan.

 

 Karakter varietas padi yang cocok untuk minapadi adalah: (a) perakarannya dalam, (b) batang kuat dan tidak mudah rebah, (c) daun tegak, (d) produksi tinggi, (e) toleran genangan di awal pertumbuhan, (f) tahan hama dan penyakit, dan (g) rasa nasi sesuai selera petani. Varietas yang memiliki ciri-ciri tersebut antara lain: Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub1. Sedangkan ikan yang cocok untuk usahatani minapadi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (a) laju pertumbuhan cepat, (b) beradaptasi baik terhadap lingkungan, dan (c) disukai masyarakat setempat. Ikan Mas (Cyprinus carpio), Tawes (Puntius Javanicus), Nila (Tilapia nilotica), Gurami (Osphronemus gouramy), Lele dumbo (Clarias batrachus), udang tokal (Macrobrachium rosenbergii) dan ikan pemakan rumput lainnya (Grass carp) merupakan jenis ikan yang cocok untuk dipelihara dalam minapadi.

Sumber:
Inpari 29 Rendaman dan Inpari 30 Ciherang Sub1 Cocok untuk Minapadi

Padi Unggul Baru Tahan Hama Wereng Batang Cokelat

Hama wereng batang cokelat telah mengancam produksi padi di berbagai negara di dunia sejak tahun 1970an. Dalam periode 2010-2013, ledakan hama wereng merusak lebih dari 3 juta ha padi di Thailand, 0,5 juta ha di Indonesia, dan 1,5 juta ha per tahun di China.

Tanpa pengendalian, hama yang berbahaya ini dapat menggagalkan panen padi. Pengendalian dengan insektisida terbukti merusak lingkungan dan memicu ledakan serangan. Penyebab berkembangnya hama wereng cokelat antara lain perubahan biotipe dan penanaman varietas rentan. Varietas unggul yang semula dinyatakan tahan hama wereng cokelat, beberapa musim kemudian berubah tingkat ketahanannya, sehingga perlu diganti dengan varietas unggul baru yang bereaksi tahan.

Badan Litbang Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul baru padi tahan wereng cokelat, antara lain Inpari 18, Inpari 19, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan.

Inpari 18 mampu berproduksi hingga 9,5 t/ha dengan rata-rata 6,7 t/ha, umur genjah 102 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 18%. Selain tahan hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan agak tahan Continue reading “Padi Unggul Baru Tahan Hama Wereng Batang Cokelat”

× Beli Sekarang