Logam Berat dan Radioaktivitas dalam Pupuk Fosfat : Efek Merugikan Jangka Pendek

Logam berat didefinisikan sebagai kelompok unsur kimia yang kerapatannya lebih dari 5 gram/cm3. Namun, definisi seperti itu diambil dari literatur teknis. Untuk klasifikasi biologis, lebih tepat untuk mendefiniskan unsur-unsur tersebut bukan berdasarkan kerapatannya, tapi berdasarkan massa atomnya, artinya bahwa logam berat adalah semua logam dengan massa relatif lebih dari 40.

Ilustrasi : Penambangan Batuan Fosfat di Maroko

Logam berat pada umumnya dianggap selalu beracun. Padahal konsep tersebut tidaklah benar, karena dalam kelompok logam tersebut: tembaga, seng, molibdenum, kobalt, mangan, besi, terbukti sudah lama, semua menunjukkan aktivitas biologis positif. Beberapa dari logam tersebut disebut sebagai “hara mikro” karena dalam konsentrasi rendah, logam-logam tersebut berguna dan diperlukan oleh makhluk hidup. Jadi, hara mikro dan logam berat memiliki kesamaan, tetapi menjadi berbeda yang mana tergantung pada konsentrasinya di dalam tanah, pupuk dan hasil pertanian. Akan lebih tepat untuk menggunakan istilah “logam berat” jika mengacu pada konsentrasi unsur berbahaya bagi organisme hewan dengan massa atom relatif lebih dari 40, dan istilah “hara mikro” dalam tanah, tanaman, hewan dan manusia pada konsentrasi tak beracun atau bila digunakan dalam jumlah kecil sebagai pupuk atau aditif makanan mineral untuk perbaikan kondisi pertumbuhan, perkembangan tanaman dan hewan[1].
Continue reading “Logam Berat dan Radioaktivitas dalam Pupuk Fosfat : Efek Merugikan Jangka Pendek”

× Beli Sekarang