Para ilmuwan berhasil mengakali fotosintesis untuk meningkatkan hasil panen

Seperti yang diprediksi model komputer, tanaman yang dimodifikasi secara genetik lebih mampu memanfaatkan sinar matahari terbatas yang tersedia saat daunnya berada di tempat teduh, lapor para peneliti. Kredit: Julie McMahon

Para peneliti melaporkan dalam jurnal Sains bahwa mereka dapat meningkatkan produktivitas tanaman dengan meningkatkan level dari tiga protein yang terlibat dalam fotosintesis. Dalam uji coba lapangan, para ilmuwan melihat kenaikan produktivitas dari 14 persen menjadi 20 persen  pada tanaman tembakau rekayasa (dimodifikasi). Penelitian tersebut menegaskan bahwa fotosintesis dapat dibuat lebih efisien untuk meningkatkan hasil tanaman, yang mana merupakan suatu hipotesis yang pernah diragukan oleh sebagian komunitas ilmiah. Continue reading “Para ilmuwan berhasil mengakali fotosintesis untuk meningkatkan hasil panen”

Studi Menunjukkan Bahwa Tanaman Hasil Rekayasa Genetik Ternyata Aman

Kredit: Departemen Pertanian SC
22 September, 2016 oleh Sara Lajeunesse

Tanaman-tanaman rekayasa genetis ternyata tidak berbeda dengan tanaman-tanaman konvensional dalam hal risiko bahayanya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, demikian menurut sebuah laporan yang dipublikasikan pada bulan Mei 2016 oleh the U.S. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine.

Leland Glenna, associate professor sosiologi dan sains, teknologi dan masyarakat pedesaan di Penn State’s College of Agricultural Sciences, menjabat pada komite yang menyusun laporan tersebut.

Continue reading “Studi Menunjukkan Bahwa Tanaman Hasil Rekayasa Genetik Ternyata Aman”

Padi Rekayasa Genetis dengan Tingkat Besi dan Seng yang Tinggi Berhasil Dikembangkan

Inez Slamet-Loedin, ilmuwan senior IRRI adalah anggota tim enam negara, sedang melakukan penelitian penting ini. (Foto: Bill Sta Clara, IRRI)

Sekelompok ilmuwan lintas bidang telah berhasil menaikkan tingkat besi (Fe) dan seng (Zn) pada padi melalui biofortifikasi – suatu terobosan dalam perang global melawan kekurangan zat gizi mikro atau “kelaparan tersembunyi.” Penelitian mereka baru-baru ini diterbitkan dalam Nature‘s Scientific Reports.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), defisiensi Fe adalah bentuk malnutrisi paling luas dan penyebab utama anemia pada wanita dan anak-anak. Defisiensi Zn menyebabkan kerdil dan memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan, terutama selama masa kanak-kanak.

Para peneliti, yang mewakili lembaga-lembaga di Filipina, Kolombia, Indonesia, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, telah menemukan bukti dari konsep dalam uji lapangan terbatas untuk meningkatkan Continue reading “Padi Rekayasa Genetis dengan Tingkat Besi dan Seng yang Tinggi Berhasil Dikembangkan”

× Beli Sekarang