Jagung

A. PENDAHULUAN

Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain padi dan gandum. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia.

Tanaman Jagung

Khususnya bagi Indonesia, jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang mempunyai peranan strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian. Jagung dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan, dan bahan baku industri. Kebutuhan akan jagung semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

Tanaman jagung merupakan tanaman budidaya, sehingga untuk mencapai pertumbuhan dan hasil yang optimal, perlu dilakukan langkah-langkah tepat sesuai dengan teknologi budidaya jagung.

B. PERAN DAN MANFAAT PUPUK KCC ASTRO DALAM    BUDIDAYA JAGUNG

Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung yang dikhususkan untuk tanaman padi dan jagung, berdasarkan bukti-bukti di lapangan, menunjukkan memiliki peran dan manfaat positif yang nyata dalam budidaya jagung.

Peran dan manfaat pupuk KCC Astro dalam budidaya padi dapat digolongkan menjadi 4, yaitu : (1) Peran dan Manfaat Sebagai Pupuk, (2) Peran dan Manfaat sebagai Penguat Tanaman (3) Peran dan Manfaat dalam Peningkatan Ketahanan Terhadap Kekeringan, serta (4) Peran dan Manfaat dalam Pengendalian Hama Dan Penyakit.

(1) Peran & Manfaat Sebagai Pupuk

Sesuai namanya, peran utama pupuk KCC Astro adalah sebagai pupuk (yang diaplikasikan melalui daun), yang artinya memberikan atau memasok nutrisi (hara kepada tanaman).
Formulasi pupuk KCC Astro berorientasi pada kelengkapan, keberimbangan serta bentuk kimia yang sesuai dari unsur-unsur hara maupun senyawa-senyawa di dalamnya, baik yang dicantumkan (publik) maupun yang tidak dicantumkan (non-publik). Dengan orientasi seperti itu, pemupukan pupuk KCC Astro pada tanaman jagung berhasil meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, karena efektifitasnya yang tinggi.

(a) Hara Nitrogen (N)

Nitrogen (N) adalah merupakan hara makro bagi jagung, seperti halnya fosfor (P) dan kalium (K), dan meskipun N adalah salah satu elemen paling umum di bumi, kekurangan N mungkin merupakan masalah hara yang paling umum dialami petani. Nitrogen adalah komponen utama asam amino, yang berfungsi sebagai penyusun protein. Mungkin peran utama yang dimainkannya di semua tumbuhan adalah sebagai komponen klorofil, pigmen hijau pada tumbuhan, yang sangat penting untuk fotosintesis. Ketersediaan N yang cukup pada jagung memungkinkan tanaman mencapai potensi hasil optimum sesuai genetiknya.

Seperti halnya pada tanaman padi, seringkali bahwa jika hara N ini diaplikasikan 100% melalui tanah, maka bisa menjadi tidak efisien jika diterapkan pada tanah-tanah sebagai berikut:

  • tanah-tanah masam bertekstur kasar dengan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0,5% C organik);
  • tanah-tanah sulfat masam,
  • tanah-tanah salin,
  • tanah-tanah berdrainase buruk,
  • tanah-tanah tanah kahat P dengan mineralisasi N dan kapasitas fiksasi N biologis yang rendah ;
  • tanah-tanah berkapur dan basa dengan tingkat bahan organik tanah yang rendah
  • tanah-tanah  dengan potensi penguapan amonia yang tinggi.

Oleh sebab itu, penambahan aplikasi daun disertai dengan pengurangan aplikasi tanah, sangat diperlukan pada tanah-tanah seperti tersebut di atas, demi efisiensi pupuk.

Hanya dalam waktu ± seminggu setelah aplikasi pupuk KCC Astro satu kali semprot pada tanaman jagung, maka hasilnya tampak jelas bahwa pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah cabang) lebih cepat serta daun lebih hijau. Ini membuktikan bahwa pasokan N dari pupuk ini sangat cepat direspon oleh tanaman, dengan kata lain sangat efektif.

(b) Hara Fosfor (P)

Pemupukan hara fosfor P merupakan pemupukan yang termasuk pelik, baik itu pupuk yang diaplikasikan ke tanah maupun ke daun.

Pupuk-pupuk P yang diaplikasikan ke tanah seringkali sulit atau bahkan tidak terserap oleh tanaman karena mudahnya mengalami imobilisasi (terikat dengan unsur lain sehingga membentuk senyawa-senyawa berkelarutan rendah). Selain imobilisasi, di daerah-daerah yang suhunya dingin, serapan unsur P oleh akar tanaman juga seringkali lebih rendah.
Aplikasi hara P melalui daun merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi tersebut. Formulasi pupuk yang mengandung hara P yang tujuannya untuk aplikasi daun tidak memiliki banyak masalah jika formulasinya merupakan pupuk P tunggal. Akan tetapi jika formulasi pupuk tersebut merupakan formulasi pupuk majemuk, maka masalah akan timbul, serupa dengan masalah pemupukan P melalui tanah, yaitu terikatnya P ke bentuk yang sulit larut dan sulit diserap tanaman.

Pupuk KCC Astro sebagai pupuk majemuk yang juga mengandung P, diformulasikan menggunakan bahan aditif tertentu, sehingga hara P tetap dalam kondisi terlarut dan mudah diserap tanaman.

Aplikasi pupuk KCC Astro pada tanaman jagung melalui daun, terbukti mampu menghasilkan peningkatan pertumbuhan akar, kekuatan batang yang lebih besar, kualitas tanaman yang lebih baik, kematangan tanaman yang seragam dan lebih awal, dan produksi biji yang lebih tinggi.

(c) Hara Kalium (K)

Kalium (K) adalah hara makro untuk jagung yang sangat penting. Meskipun K tidak digunakan oleh tanaman sebagai bahan penyusun senyawa organik, namun K berfungsi sebagai motor penggerak untuk berbagai enzim dan jalur metabolisme, termasuk untuk fotosintesis dan pembentukan protein dan pati dalam biji-bijian. Kalium berperan dalam aliran air, hara, dan karbohidrat di dalam tanaman. K memainkan peran dalam regulasi penutupan dan pembukaan stomata, sehingga berdampak pada pertukaran air dan gas. Selain itu, K adalah hara kunci untuk kekuatan dinding sel dan produksi selulosa. Kesuburan K yang baik berhubungan erat dengan dinding sel yang kuat yang meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan tanaman untuk memelihara batang yang kuat dan sehat.

Kalium yang diaplikasikan kepada tanaman jagung, secara tunggal, tidak memiliki pengaruh yang signfikan terhadap hasil biji jagung. Namun aplikasi bersama-sama dengan hara lain, terutama P, secara nyata meningkatkan produksi tanaman jagung.
Sebagai pupuk majemuk, KCC Astro mengandung baik unsur P maupun K dalam jumlah yang cukup dan seimbang, dan aplikasinya pada tanaman jagung terbukti menghasilkan peningkatan produksi biomassa dan pertumbuhan jagung (diameter pucuk, panjang pucuk, biomassa segar pucuk, biomassa kering pucuk, jumlah daun tanaman per hektar, luas daun) dan yang terpenting biji jagung (baik dalam ukuran, bobot, maupun jumlahnya).

(d) Hara Lain dan Bahan Aditif

Tanaman membutuhkan sekitar 16 unsur hara untuk tumbuh dan berkembang. Sebagian sudah ada di alam dalam keadaan melimpah dan sebagian lain dalam jumlah terbatas, yang jika kurang, perlu dilakukan penambahan (pemupukan).
Diluar hara N, P, K, Pupuk KCC Astro juga mengandung berbagai macam unsur-unsur tersebut serta juga mengandung bahan-bahan aditif tertentu yang tidak termasuk kategori unsur hara tanaman, dengan konsentrasi yang bervariasi antar varian satu dengan yang lain.

Unsur-unsur hara selain N, P, K serta bahan-bahan aditif dalam pupuk KCC Astro berbeda dalam hal jenis dan kandungannya untuk yang varian berbeda. Zat-zat ini dari segi konsentrasi jumlahnya kecil, namun peran dan manfaat dari komponen bahan ini tidak kalah penting dengan hara makro N, P, dan K.

Berikut beberapa peran dari komponen-komponen tersebut, baik peran secara tunggal maupun peran sinergis dengan unsur lain:

  • memasok hara makro sekunder dan hara mikro yang mutlak harus ada untuk tanaman, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri
  • mempertahankan unsur-unsur hara yang dalam kondisi biasa mudah berubah ke bentuk sulit larut dan sulit terserap, agar tetap stabil, berkelarutan tinggi dan mudah terserap tanaman
  • mendorong serapan unsur P baik yang ada di dalam pupuk KCC Astro maupun yang berasal dari tanah
  • membentuk interaksi yang positif di antara berbagai hara di dalam pupuk, sehingga satu sama lain saling mendorong keterserapannya oleh tanaman
  • meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman

(2) Peran dan Manfaat sebagai Penguat Tanaman

Hara K bersama-sama dengan unsur makro sekunder lain serta bahan aditif di dalam pupuk KCC Astro bekerja secara sinergis memperkuat dan memperkaku tanaman jagung, baik itu akar, batang maupun daun. Peran sebagai penguat tanaman ini membawa manfaat sebagai berikut:

  • akar lebih kuat sehingga akar akan lebih leluasa berkembang sehingga zone perakaran menjadi semakin luas dan dalam, hal ini akan mendorong penyerapan unsur-unsur hara di dalam tanah lebih banyak.
  • tanaman berdiri lebih tegak sehingga aktivitas fotosintesis meningkat
  • tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit

(3) Peran dan Manfaat dalam Peningkatan Ketahanan Terhadap            Kekeringan

Pupuk KCC Astro bukanlah sekadar bermakna pupuk belaka, yang semata-mata dimaksudkan sebagai pemasok unsur-unsur hara makro dan mikro kepada tanaman jagung, namun lebih dari itu bisa meningkatkan ketahanan terhadap cekaman kekeringan.
Kekeringan pada tanaman jagung dapat mengakibatkan kemerosotan hasil panen jagung baik jumlah maupun kualitasnya – misalnya tongkol yang tidak sempurna (ompong/bogang).

Aplikasi pupuk KCC Astro selama ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen jagung dan mampu menekan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh cekaman kekeringan pada tanaman tersebut. Ini disebabkan karena pupuk ini mengandung zat-zat atau bahan-bahan tertentu (nonpublik) yang mampu meningkatkan batas toleransi jagung terhadap cekaman kekeringan.

(4) Peran dan Manfaat dalam Pengendalian Hama Dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit tanaman jagung, selalu merugikan hal yang merugikan dalam budidaya tanaman ini. Serangan hama selalu disebabkan oleh organisme, sedangkan serangan penyakit, bisa disebabkan oleh organisme, karena kekurangan unsur hara, maupun keracunan unsur-unsur yang toksik pada tanaman.

KCC Astro, sesuai namanya, merupakan pupuk dan bukanlah pestisida, sehingga memang tidak diformulasikan untuk tujuan memberantas hama dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh organisme. Namun demikian, pupuk ini bisa:

  • mencegah penyakit-penyakit tertentu seperti bule/putihen dan mengatasinya bila intensitasnya masih di bawah 15%.
  • mengatasi penyakit-penyakit tertentu yang timbul karena kekurangan salah satu unsur hara (penyakit defisiensi) ataupun karena kelebihan salah satu unsur hara (keracunan), akibat kondisi tanah yang tidak kondusif, yang berakibat pada pembentukan tongkol yang tidak sempurna (bogang/ompong).
  • meningkatkan kekuatan pestisida bila dicampur dengan pestisida, yang berarti juga menghemat penggunaan pestisida

C. ATURAN PAKAI

(1) Penyiapan Penyemprotan

  • kocok kuat-kuat botol pupuk KCC Astro ini
  • gunakan tutup botol tersebut sebagai alat penakar
  • ambil pupuk dari botol beberapa tutup, saring lalu tuangkan ke dalam air 15 liter
  • aduk hingga merata, saring lalu masukkan ke dalam tangki penyemprot.

(2) Konsentrasi, Frekuensi dan Waktu Penyemprotan Pupuk KCC        Astro

Pertumbuhan tanaman jagung meliputi tiga fase, yang mana pada tiap-tiap fase, cara aplikasi pupuk KCC sedikit bervariasi.

a) Fase perkecambahan

Fase perkecambahan adalah fase saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama. Pada fase ini dilakukan penyemprotan dengan pupuk KCC Astro dengan konsentrasi 1-2 tutup per 15 liter air. Aplikasi pada fase ini, akan menjauhkan tanaman jagung dari ancaman penyakit bulai.

b) Fase pertumbuhan vegetatif

Fase pertumbuhan vegetatif merupakan fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasselingdan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk. Pada fase ini kebutuhan nutrisi mulai banyak. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyemprotan dengan pupuk KCC Astro dengan konsentrasi 6-8 tutup per 15 liter air dengan frekuensi seminggu sekali sampai ke fase berikutnya.

Pada kondisi tanaman jagung mulai terjangkiti penyakit bulai, konsentrasi bisa ditingkatkan sampai 13-15 tutup KCC Astro per 15 liter air.

c) Fase reproduktif

Fase reproduktif merupakan fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis. Pada fase ini, untuk mendapatkan hasil yang optimum dilakukan penyemprotan dengan pupuk KCC Astro dengan konsentrasi 8-10 tutup per 15 liter air dengan frekuensi seminggu sekali. Idealnya penyemprotan seharusnya dilakukan terus sampai menjelang panen, akan tetapi kendala teknis biasanya muncul dalam penyemprotan, karena tanaman sudah tinggi.

Seperti halnya pada tanaman padi, saat yang baik untuk penyemprotan adalah mulai pagi hari hingga pukul 10:00 atau pada sore hari mulai pukul 15:00 WIB hingga selesai. Kemudian, dalam suasana mendung/berawan, penyemprotan boleh dilakukan sewaktu-waktu sesuai situasi & kondisinya. Sementara, pada musim penghujan sebaiknya penyemprotan dilakukan pada pagi hari, sehingga seandainya sore hari turun hujan, pupuk Semprot KCC Astro sudah terserap tanaman.

(3) Bagian yang Disemprot

Semprotkan pada bagian atas permukaan daun hingga benar-benar rata. Namun, demikian, akan lebih baik lagi jika penyemprotan mencakup juga bagian bawah permukaan daun.