Padi

A. PENDAHULUAN

Padi (oryza sativa) merupakan tanaman yang sangat penting di Indonesia. Padi menghasilkan beras. Banyak penduduk Indonesia yang mengonsumsi beras untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Sehingga tanaman padi sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Tanaman Padi (Oryza Sativa)

Tanaman padi merupakan tanaman budidaya, sehingga untuk mencapai pertumbuhan dan hasil yang optimal, perlu dilakukan langkah-langkah tepat sesuai dengan tahapan produksi padi.

B. PERAN DAN MANFAAT PUPUK KCC ASTRO DALAM BUDIDAYA PADI

Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung

Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung

Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung yang dikhususkan untuk tanaman padi dan jagung, berdasarkan bukti-bukti di lapangan, menunjukkan memiliki peran dan manfaat positif yang nyata dalam budidaya padi.

Peran dan manfaat pupuk KCC Astro dalam budidaya padi dapat digolongkan menjadi 4, yaitu : (1) Peran dan Manfaat Sebagai Pupuk, (2) Peran dan Manfaat sebagai Penguat Tanaman (3) Peran dan Manfaat dalam Peningkatan Ketahanan Terhadap Kekeringan, serta (4) Peran dan Manfaat dalam Pengendalian Hama Dan Penyakit

(1) Peran dan Manfaat Sebagai Pupuk

Sesuai namanya, peran utama pupuk KCC Astro adalah sebagai pupuk (yang diaplikasikan melalui daun), yang artinya memberikan atau memasok nutrisi (hara kepada tanaman).

Formulasi Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung berorientasi pada kelengkapan, keberimbangan serta bentuk kimia yang sesuai dari unsur-unsur hara maupun senyawa-senyawa di dalamnya, baik yang dicantumkan (publik) maupun yang tidak dicantumkan (non-publik), sebagaimana tampak pada Tabel 1-A dan Tabel 1-B.

Dengan orientasi seperti itu, pemupukan Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung pada tanaman padi berhasil meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen, karena efektifitasnya yang tinggi.

Tabel 1-A

Komposisi Publik Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung

Unsur

Kadar

Unsur

Kadar

N12.48%B36 ppm
P₂O₅8.85%Mn9.8 ppm
K₂O7.31%Co0.5 ppm
Zn0.07%Mo<0.01 ppm
Cu0.12%

Tabel 1-B

Komposisi Non Publik Pupuk KCC Astro Spesial Padi & Jagung

Unsur

Kadar

Unsur/Bahan Aditif

Kadar

SNon-publikXPEONon-publik
MgNon-publikXSOSNon-publik
CaNon-publikXCANon-publik
FeNon-publikGibNon-publik

(a) Hara Nitrogen (N):

Nitrogen merupakan unsur hara esensial tanaman padi, yang mana menjadi komponen asam amino, asam nukleat, nukleotida, klorofil, enzim, dan hormon. N mendorong pertumbuhan tanaman yang cepat dan meningkatkan hasil dan kualitas gabah melalui anakan yang lebih tinggi, pengembangan luas daun, pembentukan biji-bijian, pengisian biji-bijian, dan sintesis protein. N sangat mobil di dalam tanaman dan tanah.

Hara N pada umumnya diaplikasikan ke tanah, mengingat kebutuhannya yang sangat besar, yang tidak mungkin cara aplikasi ini digantikan dengan aplikasi daun karena menyebabkan kebakaran daun.

Akan tetap, seringkali bahwa jika hara N ini diaplikasikan 100% melalui tanah, maka menjadi tidak efisien pada:

  • tanah-tanah masam bertekstur kasar dengan kandungan bahan organik rendah (kurang dari 0,5% C organik);
  • tanah-tanah sulfat masam,
  • tanah-tanah salin,
  • tanah-tanah berdrainase buruk,
  • tanah-tanah tanah kahat P dengan mineralisasi N dan kapasitas fiksasi N biologis yang rendah ;
  • tanah-tanah berkapur dan basa dengan tingkat bahan organik tanah yang rendah
  • tanah-tanah  dengan potensi penguapan amonia yang tinggi.

Oleh sebab itu, penambahan aplikasi daun disertai dengan pengurangan aplikasi tanah, sangat diperlukan pada tanah-tanah seperti tersebut di atas, demi efisiensi pupuk.

Dalam waktu ± seminggu setelah aplikasi pupuk KCC Astro pada tanaman padi, maka hasilnya tampak jelas bahwa pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang) lebih cepat serta daun lebih hijau. Ini membuktikan bahwa pasokan N dari pupuk ini sangat cepat direspon oleh tanaman, dengan kata lain sangat efektif.

(b) Hara Fosfor (P):

Fosfor (P) adalah nutrisi tanaman esensial yang penting untuk perkembangan akar, anakan, pembungaan awal, dan pematangan. Fosfor bersifat mobil di dalam tanaman, tetapi tidak di dalam tanah.

Pemupukan hara fosfor P merupakan pemupukan yang termasuk pelik, baik itu pupuk yang diaplikasikan ke tanah maupun ke daun.

Pupuk-pupuk P yang diaplikasikan ke tanah seringkali sulit atau bahkan tidak terserap oleh tanaman karena mudahnya mengalami imobilisasi (terikat dengan unsur lain sehingga membentuk senyawa-senyawa berkelarutan rendah). Selain imobilisasi, di daerah-daerah yang suhunya dingin, serapan unsur P oleh akar tanaman juga seringkali lebih rendah.

Aplikasi hara P melalui daun merupakan salah satu jawaban untuk mengatasi tersebut. Formulasi pupuk yang mengandung hara P yang tujuannya untuk aplikasi daun tidak memiliki banyak masalah jika formulasinya merupukan pupuk P tunggal. Akan tetapi jika formulasi pupuk tersebut merupakan formulasi pupuk majemuk, maka masalah akan timbul, serupa dengan masalah pemupukan P melalui tanah, yaitu terikatnya P ke bentuk yang sulit larut dan sulit diserap tanaman.

Pupuk KCC Astro sebagai pupuk majemuk yang juga mengandung P, diformulasikan menggunakan bahan aditif tertentu, sehingga hara P tetap dalam kondisi terlarut dan mudah diserap tanaman.

Aplikasi pupuk KCC Astro pada tanaman padi melalui daun, terbukti mampu meningkatkan jumlah anakan padi serta jumlah gabah bernas yang terbentuk. Ini berarti bahwa serapan P oleh tanaman padi dengan aplikasi pupuk tersebut sangat efektif.

(c) Hara Kalium (K):

Pemupukan K pada tanaman padi pada umumnya tidak ada masalah yang serius, baik pupuk yang diaplikasikan ke tanah maupun ke daun. Satu-satunya masalah, dalam hal ini dalam pupuk aplikasi daun, adalah sulitnya mendapatkan konsentrasi K yang tinggi pada pupuk-pupuk daun yang diformulasikan sebagai pupuk majemuk.

Pupuk KCC Astro sebagai pupuk majemuk (multi-unsur), dengan teknologi yang dimiliki, tidak memiliki kendala untuk mewujudkan diri sebagai pupuk yang memiliki konsentrasi K yang relatif tinggi untuk standard pupuk majemuk.

Aplikasi pupuk KCC Astro, pada tanaman padi selama ini terbukti dapat merangsang perakaran baru, menguatkan batang tanaman, dan meningkatkan kualitas gabah. Lebih jauh, pada umumya tanaman padi juga cenderung memiliki ketahanan dari serangan hama dan penyakit. Ini menunjukkan bahwa kandungan kalium dalam pupuk ini bisa terserap dan termanfaatkan dengan baik oleh tanaman padi.

(d) Hara Lain dan Bahan Aditif

Tanaman membutuhkan sekitar 16 unsur hara untuk tumbuh dan berkembang. Sebagian sudah ada di alam dalam keadaan melimpah dan sebagian lain dalam jumlah terbatas, yang jika kurang, perlu dilakukan penambahan (pemupukan).

Diluar N, P, K, dengan konsentrasi yang bervariasi antar varian, Pupuk KCC Astro juga mengandung berbagai macam unsur-unsur tersebut serta juga mengandung bahan-bahan aditif tertentu yang tidak termasuk kategori unsur hara tanaman.

Unsur-unsur hara selain N, P, K serta bahan-bahan aditif dalam pupuk KCC Astro berbeda dalam hal jenis dan kandungannya untuk yang varian berbeda. Zat-zat ini dari segi konsentrasi jumlahnya kecil, namun peran dan manfaat dari komponen bahan ini tidak kalah penting dengan hara makro N, P, dan K.

Berikut beberapa peran dari komponen-komponen tersebut, baik peran secara tunggal maupun peran sinergis dengan unsur lain:

  • memasok hara makro sekunder dan hara mikro yang mutlak harus ada untuk tanaman, yang masing-masing memiliki fungsi sendiri-sendiri
  • mempertahankan unsur-unsur hara yang dalam kondisi biasa mudah berubah ke bentuk sulit larut dan sulit terserap, agar tetap stabil, berkelarutan tinggi dan mudah terserap tanaman
  • mendorong serapan unsur P baik yang ada di dalam pupuk KCC Astro maupun yang berasal dari tanah
  • membentuk interaksi yang positif di antara berbagai hara di dalam pupuk, sehingga satu sama lain saling mendorong keterserapannya oleh tanaman
  • meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman (hasil jerami, jumlah spikelet per malai, berat jenis gabah, kecerahan warna gabah, lebih bernas, kandungan pati beras)

(2) Peran dan Manfaat sebagai Penguat Tanaman

Hara K bersama-sama dengan unsur makro sekunder lain serta bahan aditif di dalam pupuk KCC Astro bekerja secara sinergis memperkuat dan memperkaku tanaman padi, baik itu akar, batang maupun daun. Peran sebagai penguat tanaman ini membawa manfaat sebagai berikut:

  • Akar lebih kuat sehingga akar akan lebih leluasa berkembang sehingga zone perakaran menjadi semakin luas dalam, hal ini akan mendorong penyerapan unsur-unsur hara di dalam tanah lebih banyak.
  • Tanaman berdiri lebih tegak sehingga aktivitas fotosintesis meningkat
  • Tanaman lebih tahan terhadap resiko rebah/roboh
  • Pada persemaian yang diberi aplikasi pupuk ini, bibit lebih kuat dan kaku sehingga mudah dicabut (didaut) serta dipindahtanamkan
  • Tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit

(3) Peran dan Manfaat dalam Peningkatan Ketahanan Terhadap Kekeringan

Pupuk KCC Astro bukanlah sekadar bermakna pupuk belaka, yang semata-mata dimaksudkan sebagai pemasok unsur-unsur hara makro dan mikro kepada tanaman padi, namun lebih dari itu.
Tanaman padi -dalam hal ini padi lahan tergenang, atau padi sawah – merupakan tanaman yang paling boros dalam penggunaan sumberdaya air. Oleh karenanya, pengelolaan air menuntut perhatian yang besar.

Berhubung kebutuhan airnya sangat besar, seringkali terjadi kekeringan di beberapa tempat pertanaman padi. Kekeringan yang parah dapat mengakibatkan terhentinya fotosintesis, gangguan metabolisme dan akhirnya kematian tanaman. Kekeringan merupakan cekaman abiotik utama yang berdampak buruk pada pertumbuhan padi, terutama di ekosistem tadah hujan yang pada akhirnya mengakibatkan kemerosotan produksi dan hasil biomassa.

Setiap varietas padi sesungguhnya memiliki batas-batas toleransi terhadap kekurangan air yang berbeda-beda. Sehingga, belum tentu suatu keadaan lahan yang kering yang dapat mengakibatkan kemerosotan hasil pada varietas padi tertentu, juga mengakibatkan hal yang sama bagi padi varietas lainnya.

Pupuk KCC Astro memiliki kandungan bahan aditif tertentu (nonpublik) yang mampu meningkatkan batas toleransi padi terhadap cekaman kekeringan, sehingga mampu meminimalisir dampak-dampak negatif yang timbul dari kekeringan tersebut.

(4) Peran dan Manfaat dalam Pengendalian Hama Dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit tanaman padi, selalu merugikan hal yang merugikan dalam budidaya tanaman ini. Serangan hama selalu disebabkan oleh organisme, sedangkan serangan penyakit, bisa disebabkan oleh organisme, karena kekurangan unsur hara, maupun keracunan unsur-unsur yang toksik pada tanaman.

Pupuk KCC Astro, sesuai namanya, adalah pupuk dan bukanlah pestisida, sehingga memang tidak diformulasikan untuk tujuan memberantas hama dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh organisme. Namun demikian, pupuk ini bisa:

  • mengatasi penyakit-penyakit tertentu yang timbul karena kekurangan salah satu unsur hara (penyakit defisiensi) ataupun karena kelebihan salah satu unsur hara (keracunan), yang biasanya terjadi akibat pH yang ekstrim, (misalnya penyakit teyengen). Kandungan yang lengkap pada pupuk KCC Astro yang mudah terserap tanaman, bisa mengatasi penyakit-penyakit semacam defisiensi. Lebih jauh, adanya bahan-bahan aditif di dalamnya mampu menetralisir racun-racun tanaman (terutama unsur aluminium)
  • meningkatkan kekuatan pestisida bila dicampur dengan pestisida, yang berarti juga menghemat penggunaan pestisida

C. ATURAN PAKAI

(1) Penyiapan Penyemprotan

  • kocok kuat-kuat botol pupuk KCC Astro ini
  • gunakan tutup botol tersebut sebagai alat penakar
  • ambil pupuk dari botol beberapa tutup, saring lalu tuangkan ke dalam air 15 liter
  • aduk hingga merata, saring lalu masukkan ke dalam tangki penyemprot.

(2) Dosis, Konsentrasi & Frekuensi Penyemprotan

Kebutuhan atau dosis pupuk KCC Astro untuk tanaman padi dalam satu musim adalah sekitar 10 liter pupuk KCC Astro per hektar. Dosis dan konsentrasi serta frekuensi aplikasi pupuk KCC Astro untuk tanaman padi berbeda-beda menurut fase pertumbuhan padi.

Fase pertumbuhan padi secara umum dibagi menjadi 3, yaitu fase generatif (vegetative phase), fase reproduktif (reproductive phase) dan fase pematangan (ripening phase):

(a) Fase Vegetatif

(1) Di Persemaian

Saat di persemaian, pupuk KCC Astro dianjurkan untuk diaplikasikan guna menunjang pertumbuhan yang cepat serta memperkuat dan memperkaku bibit sehingga memudahkan pencabutan dan pindah tanam.
Konsentrasinya pada tahap ini cukup 1 tutup per 15 liter air, dengan frekuensi semprot 2 kali selama masa persemaian.

(2) Pindahtanam

Setelah padi dipindahtanamkan, dan berada di lahan selama kurang lebih 15 hari, Pupuk KCC Astro harus diaplikasikan. Aplikasi-aplikasi awal setelah pindahtanam ini, bertujuan untuk menunjang pertumbuhan tanaman, memperbanyak akar, memperbanyak anakan, serta memperpanjang batang dan daun.

Adapun konsentrasinya adalah antara 8 tutup per 15 liter air untuk tanaman padi normal. Khusus untuk tanaman padi yang tersendat-tersendat pertumbuhannya, gunakan dosis 2 x lipatnya.
Frekuensi penyemprotannya adalah 1 x semprot per minggu

(b) Fase Reproduktif

Fase reproduktif terdiri atas empat tahap, yaitu primordia atau inisiasi bunga (panicle initiation), bunting (booting stage), keluar malai dari pelepah daun bendera (heading stage) dan berbunga (flowering stage).

Pemberian hormon tanaman dan pemeliharaan tanaman dari serangan penyakit sangat diperlukan pada fase ini. Zat-zat yang diperlukan seperti ini terkandung dalam pupuk KCC Astro, sehingga aplikasinya pada fase ini juga perlu dilakukan. Adapun konsentrasinya adalah 6 tutup per 15 liter, dengan frekuensi 1 x semprot per minggu.

(c) Fase Pematangan/pemasakan

Fase pematangan/pemasakan terdiri atas tahap masak susu (milk grain stage), masak kuning (dough grain stage), masak penuh (mature grain stage) dan masak mati (tahap siap panen).

(1) Tahap matang susu ( Milk Grain Stage )

Pada tahap ini, gabah mulai terisi dengan bahan serupa susu. Gabah mulai terisi dengan larutan putih susu, dapat dikeluarkan dengan menekan/ menjepit gabah di antara dua jari. Malai hijau dan mulai merunduk. Pelayuan (senescense) pada dasar anakan berlanjut. Daun bendera dan dua daun di bawahnya tetap hijau. Tahap ini paling disukai oleh walang sangit. Pada saat pengisian, ketersediaan air juga sangat diperlukan. Seperti halnya pada fase sebelumnya, pada fase ini diharapkan kondisi pertanaman tergenang 5 – 7 cm.

(2) Tahap gabah ½ matang (dough grain stage)

Pada tahap ini, isi gabah yang menyerupai susu berubah menjadi gumpalan lunak dan akhirnya mengeras. Gabah pada malai mulai menguning. Pelayuan (senescense) dari anakan dan daun di bagian dasar tanaman nampak semakin jelas. Pertanaman terlihat menguning. Seiring menguningnya malai, ujung dua daun terakhir pada setiap anakan mulai mengering.

(3) Tahap gabah matang penuh (Mature Grain Stage)

Pada tahap ini, setiap gabah matang, berkembang penuh, keras dan berwarna kuning. Tanaman padi pada tahap matang 90 – 100 % dari gabah, isinya berubah menjadi kuning dan keras. Daun bagian atas mengering dengan cepat (daun dari sebagian varietas ada yang tetap hijau). Sejumlah daun yang mati terakumulasi pada bagian dasar tanaman. Berbeda dengan tahap awal pemasakan, pada tahap ini air tidak diperlukan lagi, tanah dibiarkan pada kondisi kering.

Selama fase pematangan ini, sebagian besar dari fotosintesis (gula) yang dihasilkan oleh daun padi disalurkan ke biji-biji gabah yang sedang berkembang. Walaupun serapan terus berlangsung,  banyak dari pasokan hara (terutama hara N, P, K, dan S) ke biji-biji gabah yang sedang berkembang berasal dari daun dan bagian-bagian lain tanaman ke biji. Ini mengakibatkan pengurasan hara-hara tersebut dalam daun. Selama fase pengisian biji ini, fotosintesis dalam daun berangsur-angsur terhambat yang kemudian berhenti.

Terkurasnya unsur-unsur dari daun dan bagian lain tanaman padi untuk mengisi biji-biji gabah ini sesungguhnya merupakan peluang untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas gabah. Dan ini penelitian-penelitian mutakhir membuktikan bahwa pemupukan melalui aplikasi daun pada fase pengisian buah/biji tanaman semusim, benar-benar mampu meningkatkan produksi tanaman, termasuk tanaman padi. Lebih jauh bahkan, aplikasi daun pada fase ini memberikan hasil yang melebihi aplikasi tanah berhubung menurunnya pertumbuhan aktivitas akar.

Oleh sebab itu, maka aplikasi pupuk KCC Astro pada fase pematangan perlu dilakukan, bahkan frekuensinya perlu ditingkatkan. Untuk fase ini, aplikasi pupuk KCC Astro menggunakan konsentrasi 8 tutup per 15 liter air, dengan frekuensi 2 x seminggu.

(3) Keterangan Tambahan

(a) Waktu Penyemprotan Pupuk Semprot KCC Astro

Penyemprotan Pupuk Semprot KCC Astro idealnya dilakukan sejak tanaman padi berumur 15 hari setelah tanam, dan terus dilakukan penyemprotan dengan konsentrasi dan frekuensi semprot menurut tahapan pertumbuhan padi. Selanjutnya, aplikasi dihentikan pada saat seminggu sebelum panen.

Saat yang baik untuk penyemprotan adalah mulai pagi hari hingga pukul 10:00 atau pada sore hari mulai pukul 15:00 WIB hingga selesai.

Di musim penghujan sebaiknya penyemprotan dilakukan pada pagi hari, sehingga seandainya sore hari turun hujan, pupuk Semprot KCC Astro sudah terserap tanaman.

(b) Bagian yang Disemprot

Semprotkan pada bagian atas permukaan daun hingga benar-benar rata. Namun, demikian, akan lebih baik lagi jika penyemprotan mencakup juga bagian bawah permukaan daun.