Tawon Kecil Melindungi Tanaman Padi di Kawasan Mekong

Seekor tawon Trichogramma merupakan salah satu pertahanan pertama tanaman padi terhadap hama. (Foto milik Gabi Brändle, Agroscope)

Trichogramma adalah tawon kecil yang menguntungkan, yang memakan telur dari beberapa hama, termasuk hama penggerek batang dan hama putih palsu. Untuk membantu petani padi di Kawasan Mekong Raya, sebuah proyek diluncurkan pada tahun 2011 untuk mempromosikan pembangunan fasilitas produksi massal Trichogramma dan metode pengendalian hama yang terjangkau dan praktis.

Padi adalah budaya. Padi merupakan jalan hidup di sepanjang Mekong – sebagai sungai terpanjang di Asia-Tenggara. Enam negara berbagi sungai tersebut, yang bermula sebagai aliran gunung kecil di Dataran Tinggi Tibet. Setelah 4.300 kilometer mengalir melalui hutan, rawa-rawa, peternakan, dan kota-kota, semburan sungai itu menuju ke arah laut, menciptakan salah satu delta-delta besar di Asia – Delta Mekong. Padi dihasilkan di sepanjang sungai dari dataran tinggi Yunnan, yang meliputi Honghe Hani Rice Terraces yang kuno, sampai wilayah delta yang nyaman di Vietnam Selatan. Petani-petani di sepanjang sungai itu mewakili keragaman budaya termasuk masyarakat Dai, Hani, Khmu, dan Karen. Meskipun beragam, budaya-budaya ini semuanya sama-sama bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan Mekong. Untuk mencapai sungai yang sehat, pertama-tama petani harus menjaga lingkungan padi yang sehat.

Tawon Kecil, Proyek Besar

Sebuah proyek yang didanai melalui EuropeAid dari Uni Eropa, diluncurkan pada 2011 untuk membantu petani padi di Kawasan Mekong Raya (Greater Mekong Region) mengurangi penggunaan pestisida dan meningkatkan keberlanjutan pertanian padi mereka. Proyek ini beralih ke sumber yang tidak mungkin untuk dibantu: tawon parasit kecil yang disebut Trichogramma. Tawon ini kurang dari satu milimeter panjangnya – ukurannya yang kecil ini terkait dengan sejarah hidup spesifiknya karena tawon ini berkembang dalam telur serangga herbivora, khususnya ngengat. Tawon Trichogramma akan memakan telur dari beberapa spesies ngengat, tapi dalam tanaman padi, tawon-tawon itu kebanyakan menyerang telur hama penggerek batang ( Scirpophaga spp dan. Chilo spp.) dan hama putih palsu ( Cnaphalocrocis spp.) – Dua hama serangga yang paling ditakuti oleh petani.

Tawon betina dewasa secara aktif mencari telur hama penggerek batang dan hama putih palsu di sawah. Sekali telur itu diketemukan, tawon-tawon itu akan menempatkan telur-telurnya sendiri ke dalamnya. Dalam waktu sekitar 10 hari, bukan ulat yang muncul dari telur penggerek batang, melainkan tawon dewasa muda dalam bentuk sempurna, yang berselera tinggi pada hama penggerek batang. Tawon Trichogramma yang sangat efisien, secara alamiah hidup di sawah; namun, tawon-tawon itu sangat peka terhadap pestisida kimia. Tingginya penggunaan pestisida di daerah-daerah yang ditanami padi, telah menurunkan jumlah Trichogramma dan musuh alami lainnya dari hama padi, yang menyebabkan pertanian menjadi rentan.

Perlindungan oleh Tawon

Proyek ini mempromosikan manajemen terpadu hama padi (IPM) dengan mendirikan fasilitas-fasilitas pembesaran untuk menghasilkan tawon Trichogramma dan mendistribusikannya ke petani lokal, termasuk petani dari Dai dan petani-petani lokal lainnya. Target proyek ini adalah untuk membuat empat fasilitas pembesaran Trichogramma di masing-masing dari tiga negara kawasan Mekong yaitu Cina (Provinsi Guangxi dan Yunnan), Laos, dan Myanmar.

Sebelas dari fasilitas ini telah diselesaikan di Dehong dan Xing’an di Cina; di Yangon, Mandalay, dan Shwebo di Myanmar; dan di Provinsi Vientiane dan Sayabouri di Laos. Fasilitas akhir akan dibangun di dekat Universitas Pertanian Yezin di Myanmar pada tahun 2015.

Sebuah “trichocard” mengandung sekitar 1.500 telur Trichogramma. Foto milik Maolin Hou, Akademi Ilmu-ilmu Pertanian Cina (Chinese Academy of Agricultural Sciences)

Memproduksi Trichogramma bukanlah tugas yang mudah. Tawon membutuhkan telur ngengat untuk makan dan berkembang. Dengan demikian, proyek ini menggunakan spesies non hama, yaitu ngengat Corcyra ( Corcyra cephalonica ) sebagai induk semang produksi. Jutaan telur Corcyra diproduksi setiap hari di fasilitas pembesaran itu sebagai makanan untuk mengembangkan tawon Trichogramma. Ketika tawon kecil masih berkembang di dalam telur Corcyra, tawon-tawon itu diikatkan menggunakan perekat cahaya pada kartu khusus yang disebut “Trichocards,” yang dapat digantungkan oleh para petani pada tanaman padi selama tahapan tanaman yang paling rentan. Setiap Trichocard berisi sekitar 1.500 Trichogramma yang sedang berkembang. Begitu mereka muncul dari telur Corcyra, mereka terbang dan mencari telur hama penggerek batang dan hama putih palsu di sawah. Setiap fasilitas pembesaran ini diharapkan mencapai target 600-700 hektar sawah yang dapat dilindungi oleh tawon tersebut.

Kolaborasi yang Sukses

Untuk mengembangkan metode yang paling efisien dalam membesarkan tawon dan membawanya kepada petani, proyek itu membawa serta sekelompok ahli khusus. Tianyi Biological Control Company Ltd. (di Hengshui, Hebei, Cina), sebuah perusahaan dengan pengalaman dalam produksi massal agen kontrol biologi, membantu merancang fasilitas produksi dan melatih para manajer dan staf di setiap fasilitas untuk mengembangkan tawon Trichogramma. Para ahli dari pusat-pusat perlindungan tanaman milik pemerintah di masing-masing tiga negara itu memantau insidensi-insidensi hama penggerek batang dan menunjukkan daerah-daerah padi yang paling rentan, di mana fasilitas-fasilitas pembesaran dan pelatihan IPM paling dibutuhkan. Penyuluh dan ilmuwan sosial bekerja dengan petani untuk memahami sikap dan persepsi petani terhadap manajemen hama dan memperkenalkan kepada mereka mengenai manfaat menggunakan pengendalian secara biologis dan kebutuhan untuk mengurangi penggunaan pestisida di sawah.

Para ilmuwan muda dari China dan Laos belajar bersama tentang ekologi dari serangga-serangga padi yang menguntungkan (Foto milik Dirk Babendreier, CABI.)

Kemajuan proyek itu sangat mengesankan. Ribuan petani yang telah dikenalkan dengan metode pengendalian biologis ini tertarik dan mendukung. Selain itu, beberapa lembaga penelitian dan penyuluhan pertanian nasional telah menunjukkan minat dalam mengadopsi pendekatan IPM yang berbasis biokontrol ini. Stasiun Perlindungan Tanaman di Guilin, Provinsi Guangxi, Cina, misalnya, berencana untuk memulai fasilitas pembesaran sendiri tahun ini.

Proyek ini merupakan langkah maju yang penting dalam “mangkuk besar nasi” yaitu Kawasan Mekong Raya. Keberhasilannya harus mendorong para ilmuwan, pekerja pertanian dan penyuluhan, dan petani padi untuk memulai proyek-proyek serupa dan lebih memahami pentingnya serangga yang bermanfaat yang menghuni sawah. Meskipun serangga-serangga itu tidak pernah dilihat oleh kebanyakan orang, organisme kecil seperti tawon Trichogramma merupakan garis pertahanan pertama terhadap hama berbahaya. Mengelola lingkungan padi untuk menciptakan kondisi yang optimal bagi sahabat petani ini akan menjamin produksi padi secara berkelanjutan di sepanjang Mekong bagi generasi-generasi mendatang.

Dr. Horgan adalah seorang ahli ekologi-entomologi yang penelitiannya berfokus pada layanan ekosistem padi. Dr. Babendreier adalah seorang ilmuwan senior di CABI-Swiss. Dr. Annamalai adalah seorang ilmuwan senior di CABI-Malaysia. Dr Zhang adalah direktur negara untuk CABI-China. Dr Hou adalah ilmuwan proyek dan profesor dalam bidang hama serangga padi di Lembaga Perlindungan Tanaman di Akademi Ilmu-ilmu Pertanian Cina (Chinese Academy of Agricultural Sciences). Mr. Song insinyur kepala di Tianyi Biological Control Company Ltd, Mr Vongsabouth adalah wakil direktur Pusat perlindungan Tanaman di Laos. Dr Win adalah wakil direktur Divisi Perlindungan Tanaman di Myanmar. Li adalah wakil direktur Biro Pertanian di Xing’an, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China. Gu adalah direktur Perlindungan Tanaman dan Stasiun Karantina, Dehong, Provinsi Yunnan, Cina. Ms. Ramal adalah peneliti di entomologi di IRRI.

Sumber :
Tiny wasps protect rice in the Mekong

This entry was posted in Berita Pertanian and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *